Sekolah dasar negri dua desaku
Tempat aku mulai menggali dalam-dalam
Lubang Semua Ilmu
Kala itu
Subuh menjelang
Berlalulah pagi datang
Semangat tertancap kuat
pejuang pendahulu akan selalu terkenang
Sebagai pengingat,awal perjalanan panjang
Sesampainya dalam ruang
Kelas yang baru pertama itu aku datang
Aku terkejut takut
Akan sosok seorang teman
Hitam,tinggi tak bertampan
Bahadur namanya
Hari berjalan bergantian
Bulan berputar berlalu hilang
Semangat berangsur angsur berkurang
Lesu,tak lagi menggebu gebu seperti dulu
Bahadur berdendang senang
Bermain bersama teman teman
Riang ,hialang semua beban
Sementara Aku,duduk terpaku
Sendiri beralas bangku
Pelajari buku-buku baruku kelas satu
jemu,wajah ini lesu
enam tahun termakan waktu
Terus sepert itu
Liar ................
terakhir ,
aku lihat Bahadur mondar mandir ngalor ngidul
Kudapati keluar ,dari gedung tingi berjajar
membopong kertas ,berisi nilai UAS yang tak pantas
Penuh kecewa mukanya layu memalas lemas
Seakaan ditelanjangi terik matahari panas
kutanya dia, jawabnya tak lagi lantang
Seperti lelah ditengah perjalanan panjang
Menepis sebuah mas depan
Langkahnya usang ,sebelum semua datang
oh Bahadur
kau adalah pelajaran besar
Yang aku tangkap dari sebuah perjalanan panjang
Pati,20 Januari 2009
Teruntuk teman kelas tigaku

0 komentar:
Posting Komentar