Semakin aku gelisah
Semakin tergugah kesadaranku
Akan rapuhnya jiwaku
Sementara mereka terus mendatangiku
Di kedalaman gelap malam
Pemangsa,rapuhnya jiwa
Jika dada selalu terbuka
Untuknya,jalan menuju hawa nafsuku
Tak terbayang dalam benakku
Adilnya penguasa
Terhormatlah namanya
Akan hancur bersama
Dengan mereka,pemangsa
rapuhnya jiwa
Jika dada selalu terbuka
Untuknya,jalan menuju hawa nafsu kita
Mustahil,
Arifnya pak yai
Untuk tak pernah
Menghiraukan gemerlap duniawi
Tegak berdiri baying-bayang nabi
Pun akan hancur bersama
Dengan mereka,pemangsa
rapuhnya jiwa
Jika dada selalu terbuka
Untuknya,jalan menuju hawa nafsu kita
Dan
Segumpal darah ini
Akan gelap tanpa pelita
Jika raga semakin jauh melangkah salah
Dari jalur ketentuanmu
Jalur ketuhanan

0 komentar:
Posting Komentar